Rabu, 22 Januari 2014

GPS (Global Positioning System)


Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistem navigasi atau penentu posisi berbasis satelit yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US DoD = United States Department of Defense). Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia tanpa tergantung waktu dan cuaca. Penentuan posisi GPS digambarkan dengan menggunakan nilai koordinat X dan Y atau garis bujur dan garis lintang ( longitude/latitude ). system ini digunakan untuk menentukan posisi pada permukaan bumi dengan bantuan sinkronisasi sinyal satelit. System ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima yang ada di bumi, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. GPS Tracker atau sering disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time. GPS Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS untuk menentukan koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital.

DGPS (Differential Global Positioning System) adalah sebuah sistem atau cara untuk meningkatkan GPS, dengan menggunakan stasiun darat, yang memancarkan koreksi lokasi. Dengan sistem ini, maka ketika alat navigasi menerima koreksi dan memasukkannya kedalam perhitungan, maka akurasi alat navigasi tersebut akan meningkat. Oleh karena menggunakan stasiun darat, maka sinyal tidak dapat mencakup area yang luas.


Cara Kerja Global Positioning System (GPS).
Sistem kerja GPS adalah dengan menstransmisikan sinyal dari satelit ke perangkat GPS (portable GPS murni, ataupun smartphone yang sudah memiliki fitur GPS). GPS membutuhkan transmisi dari 3 satelit untuk mendapatkan informasi dua dimensi (lintang dan bujur), dan 4 satelit untuk tiga dimensi (lintang, bujur dan ketinggian).

Karena GPS bekerja mengandalkan satelit, maka penggunaannya disarankan di tempat terbuka. Penggunaan di dalam ruangan, atau di tempat yang menghalangi arah satelit (di angkasa), maka GPS tidak akan bekerja secara akurat dan maksimal. Setiap daerah di atas permukaan bumi ini minimal terjangkau oleh 3-4 satelit. Pada dasarnya, setiap GPS terbaru bisa menerima sampai dengan 12 chanel satelit sekaligus. Kondisi langit yang cerah dan bebas dari halangan membuat GPS dapat dengan mudah menangkap sinyal yang dikirimkan oleh satelit. Semakin banyak satelit yang diterima oleh GPS, maka akurasi yang diberikan juga akan semakin tinggi.

Cara kerja GPS umumnya :

  • Memakai perhitungan “triangulation” dari satelit.
  • Untuk perhitungan “triangulation”, GPS mengukur jarak menggunakan travel time sinyal radio.
  • Untuk mengukur travel time, GPS memerlukan memerlukan akurasi waktu yang tinggi.
  • Untuk perhitungan jarak, pastikan posisi satelit dan ketingian pada orbitnya.
  • Menggoreksi delay sinyal waktu perjalanan di atmosfer sampai diterima reciever.
Selanjutnya adalah Manfaat atau Fungsi Global Positioning System (GPS).
Manfaat atau Fungsi Global Positioning System (GPS).
  • GPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menetukan pergerakan pasukan.
  • GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu nivigasi, dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  • Untuk keperluan Sistem Informasi Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran.
  • GPS adalah sebagai pelacak kendaraan, dengan bamtuan GPS pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada dimana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini.
  • GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tektonik.
Untuk yang lainnya Global Positioning System (GPS) bisa sebagai :
  • Penunjukkan arah kiblat (Bagi yang Muslim, ini sangat bermanfaat khan)
  • Penunjuk Jalan saat kita menuju tempat tertetu yang belum hafal jalannya
  • Dan Lain - Lain :)
Nah diatas itu semua info mengenai GPS, selanjutnya saya berikan sedikit beberapa istilah di dunia Global Positioning System (GPS).

Istilah dalam GPS.
  1. Cold & Warm start: Bila data yang tersimpan masih dalam kurun waktu tersebut, maka datadata tersebut masih bisa dipakai oleh alat navigasi untuk mengunci satelit, dan menyebabkan alat navigasi lebih cepat ‘mengunci’ satelit. Inilah yang disebut “Warm start”. Ketika data yang tersimpan sudah kadaluwarsa, artinya melebihi kurun waktu di atas, maka alat navigasi tidak dapat memakainya. Sehingga alat navigasi harus memulai seluruh proses dari awal, dan menyebabkan waktu yang diperlukan menjadi lebih lama lagi. Inilah yang disebut “Cold start”.
  2. Waterproof IPX7:  IP X7 artinya: X menunjukkan alat tersebut tidak diuji terhadap benda padat, sedangkan angka 7 berarti dapat direndam dalam air dengan kedalaman 15 cm – 1 meter (pada situs garmin ditambahkan: selama 30 menit).
  3. RoHS version: RoHS adalah singkatan dari Restriction of use of certain Hazardous Substances. Enam jenis bahan yang dibatasi adalah Cadmium (Cd), Air raksa/mercury (Hg), hexavalent chromium (Cr (VI)), polybrominated biphenyls (PBBs) and polybrominated diphenyl ethers (PBDEs) dan timbal/lead (Pb). Semua jenis bahan ini dapat mengganggu kesehatan manusia, termasuk limbah alat elektronik yang kita pakai.
  4. Proposition 65: Ini adalah sebuah ketentuan yang dibuat oleh pemerintah negara bagian Kalifornia, Amerika Serikat. Ketentuan ini bertujuan untuk melindungi penduduk kalifornia dan sumber air minum dari pencemaran bahan berbahaya. Berdasarkan ketentuan ini, setiap pabrik wajib mencantumkan peringatan pada produknya, sehingga pengguna dapat membuat keputusan untuk melindungi dirinya sendiri.
  5. Geocaching: Istilah ini berasal dari kata ‘Geo’ yang diambil dari geografi, dan ‘caching’ yang diambil dari kegiatan menyimpan/menyembunyikan sesuatu. Geocaching sebenarnya adalah sebuah permainan untuk menemukan ‘harta karun’ tersembunyi dengan menggunakan alat navigasi berbasis satelit.
  6. DOP: Merupakan singkatan dari ‘Dillution of Precision’, berhubungan erat dengan lokasi satelit di angkasa. Nilai DOP didapatkan dari perhitungan matematis, yang menunjukkan ‘tingkat kepercayaan’ perhitungan sebuah lokasi. Ketika satelit-satelit terletak berdekatan, maka nilai DOP akan meningkat, yang menyebabkan akurasi alat navigasi berbasis satelit menjadi berkurang. Ketika satelit-satelit terletak berjauhan, maka nilai DOP akan berkurang sehingga alat navigasi menjadi lebih akurat.
  7. Koordinat lokasi: Sebuah titik koordinat dapat ditampilkan dengan beberapa format. Masing-masing pengguna dapat mengatur format ini pada alat navigasi, program mapsource, ataupun program komputer lainnya. Format ini dapat diatur dari bagian setting dari masing-masing program/alat navigasi.
sumber: http://tokobacaangratis.blogspot.com/2013/11/pengertian-cara-kerja-dan-manfaat-atau.html

setting DVR ke Internet

Setting IP Address DVR
1. Sambungkan DVR ke router. Sesuaikan setting Gateway, DNS, Netmask, dan Port.
DVR Menu >> Advance config >> Network
Akan muncul tabel untuk diisi. Kalau memakai koneksi Speedy, bisa mengikuti tabel di bawah.
IP 192.168.1.10 Default Dvr
Gateway 192.168.1.1 Modem Speedy
Primary DNS 192.168.1.1 Dns Speedy
Secondary DNS 202.134.0.155 Dns Speedy
Netmask 255.255.255.0
Port 80
Save Apply
Catatan:
- Gateway bisa disetting mulai dari 192.168.1.2 sampai 192.168.1.255
- Subnet mask biasanya terisi 255.255.255.0
- Port 80 adalah port standar, bisa diganti sesuai keinginan (misalkan 166)
2. Cek apakah DVR sudah tersambung ke komputer
Buka web browser dan ketikkan IP DVR. Ketik http://192.168.1.10:80 kalau memakai port standar atau http://192.168.1.10:166 kalau memakai port 166. Kemudian, akan muncul tampilan seperti berikut.
setting dvr ke internet
Setting Modem
Langkah setting DVR Internet ini dicontohkan memakai koneksi Speedy.
1. Ketikkan http://192.168.1.1 pada web browser. Kemudian akan muncul jendela login.
2. Isi kolom User dan Password modem Speedy yang dipakai, biasanya admin (user) dan admin (password). Kemudian akan muncul tampilan interface modem Speedy.
setting dvr internet
Setelah berhasil login, ikuti langkah berikut.
>> Klik Advanced Setup
>> Klik Nat di PVC4. Kalau tidak muncul bisa dipilih PVC1, PVC2 atau PVC3.
>> Klik Virtual Server dan isi kolomnya seperti di bawah ini.
Rule index : 1
Application : SMTP
Protocol : All
Start Port Number : 80 (Port DVR)
End Port Number : 80 (Port DVR)
Local IP Address : 192.168.1.10 (IP DVR)
Daftar DynDNS
1. Ketikkan alamat dyndns.com dan klik menu login. Isi data yang diminta dengan menyertakan alamat e-mail yang masih aktif. Ikuti langkahnya sampai selesai.
setting dvr ke internet
2. Lakukan aktivasi dengan mengklik link dari e-mail. Kemudian lanjutkan dengan melakukan langkah berikut.
>> Add host services
>> Pilih Hostname
>> Pilih CCTV dan Add To Cart
>> Klik Next
>> Klik Activate Services
>> Selesai
Setting DynDNS ke Komputer
1. Login ke DVR Avtech via komputer
Ketikkan User, Password, dan kode verifikasi dengan benar.
2. Setting Configurasi
Lakukan pengaturan konfigurasi setting DVR internet dengan mengisi kolom yang kosong dengan data yang sesuai dengan DynDNS.
>> DDNS: pilih Enable
>> System name: pilih dydns
>> Username: isi dengan Username di dyndns.com
>> Password: isi dengan Password di dyndns.com
>> Hostname: isi dengan Hostname di dyndns.com
Kalau sudah diisi semua, live video kamera yang disambungkan ke DVR sudah bisa diakses via Internet. Ketik hostname DynDNS yang dipakai dan login. Pengawasan bisa melalui laptop, komputer, dan gadget mobile seperti iPhone, Blackberry, smartphone Android, maupun tablet PC.

CCTV (Closed Circuit Television)

Closed Circuit Television (CCTV) merupakan sistem televisi tertutup yang menggunakan kamera video untuk menggambil gambar atau video yang kemudian ditransmisikan ke penerima tertentu dan ditampilkan dalam seperangkat monitor. Sehingga fungsi utama CCTV adalah untuk memantau lokasi tertentu yang terpasang kamera CCTV.
CCTV berbeda dengan televisi broadcast, dimana sinyal ditransmisikan secara tertutup melalui titik-titik site link wireless, koneksi fiber optik, ataupun menggunakan jaringan publik VPN. CCTV biasanya digunakan untuk aplikasi suerveilance untuk area-area tertentu yang membutuhkan keamanan, seperti bank, pusat perdagangan (retail shop),bandar udara, atau instansi militer. Disamping itu juga untuk memonitor trafik lalu lintas jalan raya. Dan pada dasarnya aplikasi CCTV ini tak terbatas penggunaannya.


Komponen-Komponen yang Membangun CCTV
CCTV merupakan sebuah sistem aplikasi, dimana didalamnya terdiri dari beberapa komponen penyusun sehingga sistem dapat bekerja secara semestinya. Berikut sistem dasar sebuah CCTV
  1. Kamera
  2. Jaringan
  3. Video Server
  4. Monitor

    1.
    Kamera
Kamera berfungsi untuk menangkap gambar atau video yang ada dialam menjadi gambar atau video dalam bentuk data yang siap diolah kembali. Kamera IP, yaitu kamera yang sudah diberi alamat nomor IP,biasanya terdapat web server didalamnya. Sehingga untuk melihat atau mengkonfigurasi sebuah kamera IP hanya dengan memasukan nomor IP kamera tersebut kedalam browser (Internet Explorer atau Firefox).
Terdapat beberapa jenis kamera tergantung kebutuhan penggunanya. Model kamera PTZ (Pan/Tilt/Zoom) bisa digunakan untuk memonitor seluruh ruangan. Artinya semua sudut pandang bisa diambil oleh kamera, karena jenis kamera ini bisa diatur arah sudut pandangnya, yaitu keatas, kebawah ataupun kesamping.
Ketika dipasang biasanya kamera diberikan housing yang berfungsi untuk melindungi kamera dari kondisi cuaca atau melindungi dari binatang yang akan merusak kamera. Jenis pemilihan housing ini tergantung dimana kamera akan ditempatkan, apakah didalam ruangan (indoor) atau diluar ruangan (outdoor). Dan juga bagaimana lingkungan (environtment) tempat kamera dipasang.

2. Jaringan
Jaringan ini berfungsi untuk mentransmisikan sinyal yaitu data gambar atau video yang diperoleh dari kamera. Jaringan ini biasanya merupakan jaringan IP yang bisa diimplementasikan dalam bentuk jaringan wireless atau radio, jaringan fiber optik ataupun jaringan publik dengan bandwith kecepatan tinggi.

3. Video Server
Video server, seperti namanya, berguna untuk memeriksa layanan video ke jaringan. Untuk kamera IP, biasanya video server sudah ada secara embedded didalam kamera tersebut. Jadi setiap kamera IP memiliki video server tersendiri. Untuk mengakses video server kamera tersebut, kita cukup mengetikkan alamat IP-nya pada web browser atau software monitoringnya. Sedangkan untuk proses perekaman (recording) biasanya terpisah, dengan cara menginstall program tersendiri untuk pengaturan recording.

4. Monitor
Monitor berfungsi untuk menampilkan gambar video agar bisa dilihat oleh mata.

sumber: http://jaringancctv.wordpress.com/